Monday, April 9, 2018

Mengapa Allah Mengizinkan Poligami?

Penanya: Atin
Dijawab: Abu Fatah Amrullah (Alumni Ma’had Ilmi)
Murojaah: Ust. Abu Nida Chomsaha Shofwan, Lc.
Pertanyaan:
Mengapa Allah mengizinkan poligami?
Jawaban:
Sebelumnya. kami mohon maaf atas keterlambatan jawaban yang kami berikan. Sebelum menjawabnya, perlu kita ketahui bersama sebuah kaidah dalam agama kita bahwa ketika Allah subhanahu wa ta’ala mensyariatkan sesuatu, maka syariat yang Allah turunkan tersebut memiliki maslahat yang murni ataupun maslahat yang lebih besar. Sebaliknya, ketika Allah melarang sesuatu maka larangan tersebut pasti memiliki bahaya yang murni maupun bahaya yang lebih besar.
Allah berfirman:
إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاء ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (Qs. An Nahl: 90)
Sebagai contoh Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kita untuk bertauhid yang mengandung maslahat yang murni dan tidak memiliki mudarat sama sekali bagi seorang hamba. Demikian pula, Allah subhanahu wa ta’ala melarang perbuatan syirik yang mengandung keburukan dan sama sekali tidak bermanfaat bagi seorang hamba. Allah ssubhanahu wa ta’ala mensyariatkan jihad dengan berperang, walaupun di dalamnya terdapat mudarat bagi manusia berupa rasa susah dan payah, namun di balik syariat tersebut terdapat manfaat yang besar ketika seorang berjihad dan berperang dengan ikhlas yaitu tegaknya kalimat Allah dan tersebarnya agama Islam di muka bumi yang pada hakikatnya, ini adalah kebaikan bagi seluruh hamba Allah.
Allah berfirman:
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Qs. Al Baqarah: 216)
Demikian pula, Allah subhanahu wa ta’ala mengharamkan judi dan minuman keras, walaupun di dalam judi dan minuman keras tersebut terdapat manfaat yang bisa diambil seperti mendapatkan penghasilan dari judi atau menghangatkan badan dengan khamar/minuman keras. Namun mudarat yang ditimbulkan oleh keduanya berupa timbulnya permusuhan di antara manusia dan jatuhnya mereka dalam perbuatan maksiat lainnya jauh lebih besar dibandingkan manfaat yang didapatkan.
Allah berfirman:
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا
“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: Pada keduanya terdapat keburukan yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi keburukan keduanya lebih besar dari manfaatnya.” (Qs. Al Baqarah: 219)
Setelah kita memahami kaidah tersebut, maka kita bisa menerapkan kaidah tersebut pada syariat poligami yang telah Allah perbolehkan. Tentu di dalamnya terdapat manfaat yang sangat besar walaupun ada beberapa mudarat yang ditimbulkan yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh dengan syariat tersebut. Sebagai contoh misalnya: terkadang terjadi kasus saling cemburu di antara para istri karena beberapa permasalahan, maka hal ini adalah mudarat yang ditimbulkan dari praktek poligami. Namun, manfaat yang didapatkan dengan berpoligami untuk kaum muslimin berupa bertambahnya banyaknya jumlah kaum muslimin dan terjaganya kehormatan wanita-wanita muslimah baik yang belum menikah maupun para janda merupakan kebaikan dan maslahat yang sangat besar bagi kaum muslimin. Oleh karena itu, jika kita melihat kebanyakan orang-orang yang menentang syariat poligami adalah orang-orang yang lemah pembelaannya terhadap syariat islam bahkan terkadang melecehkan syariat Islam. Pemikiran mereka terpengaruh dengan pemikiran orang-orang kafir yang jelas-jelas tidak menghendaki kebaikan bagi kaum muslimin.
Bolehnya melakukan poligami dalam Islam berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala:
وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُواْ فِي الْيَتَامَى فَانكِحُواْ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاء مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُواْ فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُواْ
“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (QS. An Nisaa: 3)
Bolehnya syariat poligami ini juga dikuatkan dengan perbuatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan perbuatan para sahabat sesudah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Syaikh Ahmad Muhammad Syakir berkata, “Anehnya para penentang poligami baik pria maupun wanita, mayoritas mereka tidak mengerti tata cara wudhu dan sholat yang benar, tapi dalam masalah poligami, mereka merasa sebagai ulama besar!!” (Umdah Tafsir I/458-460 seperti dikutip majalah Al Furqon Edisi 6 1428 H, halaman 62). Perkataan beliau ini, kiranya cukup menjadi bahan renungan bagi orang-orang yang menentang poligami tersebut, hendaknya mereka lebih banyak dan lebih dalam mempelajari ajaran agama Allah kemudian mengamalkannya sampai mereka menyadari bahwa sesungguhnya aturan Allah akan membawa kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Berikut kami sebutkan beberapa hikmah dan manfaat poligami yang kami ringkas dari tulisan Ustadz Kholid Syamhudi yang berjudul “Keindahan Poligami Dalam Islam” yang dimuat pada majalah As Sunnah Edisi 12/X/1428 H sebagai berikut:
  1. Poligami adalah syariat yang Allah pilihkan pada umat Islam untuk kemaslahatan mereka.
  2. Seorang wanita terkadang mengalami sakit, haid dan nifas. Sedangkan seorang lelaki selalu siap untuk menjadi penyebab bertambahnya umat ini. Dengan adanya syariat poligami ini, tentunya manfaat ini tidak akan hilang sia-sia. (Syaikh Muhammad Asy Syanqithi dalam Adhwaul Bayaan 3/377 dinukil dari Jami’ Ahkamin Nisaa 3/443-3445).
  3. Jumlah lelaki yang lebih sedikit dibanding wanita dan lelaki lebih banyak menghadapi sebab kematian dalam hidupnya. Jika tidak ada syariat poligami sehingga seorang lelaki hanya diizinkan menikahi seorang wanita maka akan banyak wanita yang tidak mendapatkan suami sehingga dikhawatirkan terjerumus dalam perbuatan kotor dan berpaling dari petunjuk Al Quran dan Sunnah. (Syaikh Muhammad Asy Syanqithi dalam Adhwaul Bayaan 3/377 dinukil dari Jami’ Ahkamin Nisaa 3/443-3445).
  4. Secara umum, seluruh wanita siap menikah sedangkan lelaki banyak yang belum siap menikah karena kefakirannya sehingga lelaki yang siap menikah lebih sedikit dibandingkan dengan wanita. (Sahih Fiqih Sunnah 3/217).
  5. Syariat poligami dapat mengangkat derajat seorang wanita yang ditinggal atau dicerai oleh suaminya dan ia tidak memiliki seorang pun keluarga yang dapat menanggungnya sehingga dengan poligami, ada yang bertanggung jawab atas kebutuhannya. Kami tambahkan, betapa banyak manfaat ini telah dirasakan bagi pasangan yang berpoligami, Alhamdulillah.
  6. Poligami merupakan cara efektif menundukkan pandangan, memelihara kehormatan dan memperbanyak keturunan. Kami tambahkan, betapa telah terbaliknya pandangan banyk orang sekarang ini, banyak wanita yang lebih rela suaminya berbuat zina dari pada berpoligami, Laa haula wa laa quwwata illa billah.
  7. Menjaga kaum laki-laki dan wanita dari berbagai keburukan dan penyimpangan.
  8. Memperbanyak jumlah kaum muslimin sehingga memiliki sumbar daya manusia yang cukup untuk menghadapi musuh-musuhnya dengan berjihad. Kami tambahkan, kaum muslimin dicekoki oleh program Keluarga Berencana atau yang semisalnya agar jumlah mereka semakin sedikit, sementara jika kita melihat banyak orang-orang kafir yang justru memperbanyak jumlah keturunan mereka. Wallahul musta’an.
Demikian pula, poligami ini bukanlah sebuah syariat yang bisa dilakukan dengan main pukul rata oleh semua orang. Ketika hendak berpoligami, seorang muslim hendaknya mengintropeksi dirinya, apakah dia mampu melakukannya atau tidak? Sebagian orang menolak syariat poligami dengan alasan beberapa kasus yang terjadi di masyarakat yang ternyata gagal dalam berpoligami. Ini adalah sebuah alasan yang keliru untuk menolak syariat poligami. Dampak buruk yang terjadi dalam sebuah pelaksanaan syariat karena kesalahan individu yang menjalankan syariat tersebut tidaklah bisa menjadi alasan untuk menolak syariat tersebut. Apakah dengan adanya kesalahan orang dalam menerapkan syariat jihad dengan memerangi orang yang tidak seharusnya dia perangi dapat menjadi alasan untuk menolak syariat jihad? Apakah dengan terjadinya beberapa kasus di mana seseorang yang sudah berulang kali melaksanakan ibadah haji, namun ternyata tidak ada perubahan dalam prilaku dan kehidupan agamanya menjadi lebih baik dapat menjadi alasan untuk menolak syariat haji? Demikian juga dengan poligami ini. Terkadang juga banyak di antara penolak syariat poligami yang menutup mata atau berpura-pura tidak tahu bahwa banyak praktek poligami yang dilakukan dan berhasil. Dari mulai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat, para ulama di zaman dahulu dan sekarang, bahkan banyak kaum muslimin yang sudah menjalankannya di negara kita dan berhasil.
Sebagaimana syariat lainnya, dalam menjalankan poligami ini, ada syarat-syarat yang harus dimiliki oleh seseorang sebelum melangkah untuk melakukannya. Ada dua syarat bagi seseorang untuk melakukan poligami yaitu (kami ringkas dari tulisan Ustadz Abu Ismail Muslim Al Atsari dalam majalah As Sunnah Edisi 12/X/1428 H):
  1. Berlaku adil pada istri dalam pembagian giliran dan nafkah. Dan tidak dipersyaratkan untuk berlaku adil dalam masalah kecintaan. Karena hal ini adalah perkara hati yang berada di luar batas kemampuan manusia.
  2. Mampu untuk melakukan poligami yaitu: pertama, mampu untuk memberikan nafkah sesuai dengan kemampuan, misalnya jika seorang lelaki makan telur, maka ia juga mampu memberi makan telur pada istri-istrinya. Kedua, kemampuan untuk memberi kebutuhan biologis pada istri-istrinya.
Adapun adab dalam berpoligami bagi orang yang melakukannya adalah sebagai berikut (kami ringkas dari tulisan Ustadz Abu Ismail Muslim Al Atsari dalam majalah As Sunnah Edisi 12/X/1428 H):
  1. Berpoligami tidak boleh menjadikan seorang lelaki lalai dalam ketaatan pada Allah.
  2. Orang yang berpoligami tidak boleh beristri lebih dari empat dalam satu waktu.
  3. Jika seorang lelaki menikahi istri ke lima dan dia mengetahui bahwa hal tersebut tidak boleh, maka dia dirajam. Sedangkan jika dia tidak mengetahui, maka dia terkena hukum dera.
  4. Tidak boleh memperistri dua orang wanita bersaudara (kakak beradik) dalam satu waktu.
  5. Tidak boleh memperistri seorang wanita dengan bibinya dalam satu waktu.
  6. Walimah dan mahar boleh berbeda dia antara para istri.
  7. Jika seorang pria menikah dengan gadis, maka dia tinggal bersamanya selama tujuh hari. Jika yang dinikahi janda, maka dia tinggal bersamanya selama 3 hari. Setelah itu melakukan giliran yang sama terhadap istri lainnya.
  8. Wanita yang dipinang oleh seorang pria yang beristri tidak boleh mensyaratkan lelaki itu untuk menceraikan istri sebelumnya (madunya).
  9. Suami wajib berlaku adil dalam memberi waktu giliran bagi istri-istrinya.
  10. Suami tidak boleh berjima’ dengan istri yang bukan gilirannya kecuali atas seizin dan ridha istri yang sedang mendapatkan giliran.
Demikian jawaban ringkas yang bisa kami sampaikan, semoaga bermanfaat. Wallahu a’lam.
Sumber: Muslim.or.id

Tuesday, November 22, 2016

KISAH BAJU RAYA ANAK PEMERINTAH ISLAM


KISAH BAJU RAYA ANAK PEMERINTAH ISLAM

Suatu hari anak Khalifah Umar Al-Khattab r.a pulang dari kelas pengajian sambil menangis teresak-esak.

Ketika ditanya oleh ayahnya, ia menjawab bahawa teman-teman di tempat pengajiannya menghina bajunya yang penuh dengan tampalan (baju yang bertampal-tampal).
Di antara mereka mengatakan : “Hai kawan-kawan, perhatikan berapa jumlah tampalan baju budak ini…”
 

Ia menjadi bahan ketawa teman-temannya sehingga membuat hatinya teramat sedih…
Kehidupan seharian keluarga pemerintah Islam Khalifah Umar memang sangat sederhana.
Walaupun berjawatan sebagai Khalifah (pemimpin negara), tampalan di bajunya ada empat belas tampalan.

Salah satunya ditampal dengan kulit kayu.
Tibalah suatu hari apabila Saidina Umar Al-Khattab r.a berhajat untuk membelikan pakaian baru untuk anaknya di bulan Syawal (Hari Raya)
Kerana ketiadaan wang, pergilah Saidina Umar r.a ke Baitulmal untuk meminjam beberapa dirham untuk membeli pakaian tersebut.

Kerana tidak bertemu dengan Bendahara Baitulmal, beliau meninggalkan sepucuk surat, isinya seperti berikut :

“Kepada Bendahara Baitulmal yang saya hormati…
Saya memohon pinjaman sebanyak empat dirham. Insya’Allah pada awal bulan depan, setelah pembahagian gaji dari Baitulmal, saya akan bayar balik dengan kadar segera..”
Tuan Bendahara tidak cepat-cepat mengambil wang dari Baitulmal untuk dikirimkan kepada Khalifah.

Sebaliknya dia mengamati isi surat itu lama-lama…
Dia mengetahui bahawa pemimpinnya itu bukan jenis penguasa yang memanfaatkan amanah rakyat untuk kepentingan peribadinya.

Tuan Bendahara Baitulmal menjawab surat Khalifah dalam bentuk sebuah pertanyaan…
“Kepada Amirul-Mukminin Umar bin Al-Khattab,
Telah saya baca surat Tuan tentang permohonan pinjaman dari wang Baitulmal.
Saya sekadar ingin bertanya, apakah Tuan berani JAMIN bahawa diri Tuan masih hidup sampai awal bulan depan sehingga saya dapat menuntut hutang Baitulmal dari Tuan?
Seandainya ajal menjemput Tuan sebelum awal bulan, apakah Tuan mampu mempertanggungjawabkannya di hadapan ???? ?
Wassalam..”

Selesai membaca surat balasan dari Pejabat Baitulmal, Khalifah Umar merasa amat sedih kerana tidak mampu menunaikan hajatnya untuk membeli baju baru untuk anaknya.
Setibanya Hari Raya, Umar Al-Khattab r.a melihat anaknya memakai baju yang bertampal-tampal dan beliau terus menangis.

“Mengapa engkau menangis, wahai ayahku?” tanya anaknya.
Umar r.a menjawab :
“Aku bimbang hatimu sedih di Hari Raya apabila kawan-kawanmu menghina bajumu yang bertampal-tampal itu.”
Kemudian anaknya berkata : “Seharusnya yang harus bersedih itu ialah orang yang tidak mendapat keredhaan ???? dan menderhakai kedua orang tuanya.
Sesungguhnya aku berharap agar ???? Azza wa Jalla memberikan redha-Nya kepadaku sebab keredhaanmu kepadaku..”
Semakin deras air mata Khalifah Umar mengalir apabila mendengar kata-kata anaknya dan beliau terus memeluknya dan mendoakannya.

?Coretan dari Ustaz Nasir¦

DOA ORANG YANG DIZALIMI !!!!

Seorang nelayan miskin yang hidupnya menanggung keluarga dengan hasil tangkapan ikan.

Malangnya tangkapan ikannya selalu tiada.

Hanya menggunakan jala, dia menebarkannya di tepian pantai dengan harapan akan ada ikan yang tersangkut.

Beberapa kali dicuba, nampaknya tiada razeki buatnya.

Begitulah beberapa hari dan dia tidak berputus asa.

Dia mempunyai kesabaran dan tekad berusaha yang tinggi.

Pada suatu hari, dia ke pantai lagi, menebar jala dengan harapan ada ikan yang tersangkut.

Beberapa kali dicuba, namun tiada.

Namun, dia mencuba juga dengan longlai dan penuh harapan.

Lalu, Allah mentakdirkan seekor ikan besar terperangkap dalam jalanya.

Alangkah gembiranya melihat ikan besar itu.

Sambil menarik ikan tersebut, dia pun membayangkan apa yang akan dilakukan dengan ikan itu.

Akan aku beri makan kepada keluargaku sehingga kenyang.

Kepada jiranku juga harus diberikan.

Selebihnya barulah aku jualkan.

Demikian nelayan itu merencanakan apa yang akan dibuatnya terhadap ikan itu.

Razeki yang begitu sukar diperolehi.

Malangnya, ketika itu lalu seorang raja dengan askarnya.

Raja itu sangat tertarik melihat ikan besar yang baru diperolehi nelayan itu.

Lantas, disuruhnya pengawalnya mendapatkan ikan tersebut dari nelayan.

Sudah tentu nelayan itu sangat keberatan.

Setelah merasakan bahawa dia tidak dapat mempertahankan ikannya itu dari diambil oleh raja, dia pun meminta harga sebagai bayaran.

Dengan angkuh pengawal itu merampas ikan itu dan mengatakan raja tidak membayar harga daripada apa yang dikehendakinya.

Maka, ikan itupun dibawa pergi.

Bergenang air mata sang nelayan miskin yang daif dan tak mampu berbuat apa-apa.

Haknya dirampas.

Kepada siapa hendak dia mengadu?

Hanya kepada Allah Tuhan yang satu.

Dia pun menadahkan tangan dan berdoa.

Sementara raja itu, dengan senang hati kerana dapat ikan, disuruhnya tukang masak istana segera masakan ikan itu.

Ikan besar itu dia seorang yang makan.

Malangnya, beberapa hari setelah makan ikan itu, raja telah dijangkiti satu penyakit aneh.

Penyakit itu pada mulanya hanya berupa bengkak pada ibu jarinya.

Bengkak itu disertai dengan sakit yang sangat mengganggu keselesaannya.

Lama-lama mula bernanah.

Tabib istana dipanggil dan setelah dicermati, dia menasihatkan supaya ibu jari kaki raja itu dipotong.

Raja enggan menerima nasihat tabib istana dan disuruh carikan ubat untuk sakitnya.

Namun ubat tidak ditemui juga walau bermacam ikhtiar diusahakan.

Beberapa hari kemudian, tabib istana yang merawatnya memberitahu bahawa penyakit itu telah merebak hingga ke buku lali.

Kakinya hendaklah dipotong supaya penyakit tidak merebak ke atas.

Raja masih enggan menenerima nasihat tersebut kerana dia sayangkan kakinya.

Dia memerintahkan agar dicari tabib lain yang lebih handal.

Seorang tabib dari luar di bawa.

Setelah melihat penyakit di kaki raja, dia pun memberitahu bahawa penyakit di kaki raja itu telah merebak hingga ke betis.

Kalau tidak dipotong betis, ia akan merebak ke atas lagi.

Ketika itu, akurlah sang raja.

Lantas betisnya itu pun dipotonglah.

Raja sangat sedih atas kehilangan betisnya.

Namun, kesedihannya tidak tamat di situ.

Dalam keadaan sugul kerana kehilangan kakinya, tiba-tiba negerinya dilanda gempa.

Harta benda dan jiwa banyak yang musnah.

Keadaan ini membuatkan raja sangat hairan.

Lalu, raja memanggil seorang ulama dan bertanyakan maksud di sebalik semua musibah yang menimpanya itu.

" Tuanku telah menzalimi seseorang", ulama itu membuat rumusan.

" Seingat beta, tidak pernah beta zalimi sesiapa", ujar raja.

" Cuba Tuanku ingat betul-betul, pernahkah tuanku zalimi seseorang?", ulama itu tetap dengan rumusannya.

Maka, ketika mengimbau kembali apa yang telah dilakukannya, raja pun teringat perihal ikan yang dirampasnya dari nelayan.

Ketika dia merampas ikan itu, dia tidak merasakan itu satu kezaliman.

Apalah harganya seekor ikan.

" Perkara kecil di mata tuanku adalah besar di mata nelayan itu", ulama itu mengingatkan.

Raja itu memerintahkan agar nelayan itu dicari dan dibawa mengadapnya.

" Apa yang telah kamu lakukan setelah ikanmu beta rampas?", raja bertanya kepada nelayan itu.

" Saya tidak lakukan apa-apa", jawab nelayan ketakutan.

" Ceritakan terus terang, kamu tidak akan beta apa-apakan", raja memujuk dan menenangkan nelayan yang ketakutan itu.

Akhirnya nelayan itu pun berkata...

"Setelah ikan itu tuanku rampas, saya hanya mampu berdoa..."

"Apa doamu?", soal raja

Nelayan pun berkata: "Aku hadapkan wajahku kepada Allah dan berkata...

“Ya Allah, sesungguhnya dia telah memperlihatkan kekuasaannya atasku...Maka tunjukkanlah Kekuasaan Mu ke atasnya”.

Subhan Allah.

Ibnu Abbas r.a. meriwayatkan bahawa Nabi SAW telah mengutus Mu’adz ke Yaman dan Beliau berkata kepadanya :

“Takutlah kamu akan doa seorang yang terzalimi, kerana doa tersebut tidak ada hijab (penghalang) di antara dia dengan Allah”.

(Hadith Riwayat Bukhari dan Muslim)

Janganlah kamu berbuat zalim saat kamu berkuasa

***Maka kezaliman itu membawa akibat penyesalan

Kamu boleh lenakan mata tetapi yang dizalimi sentiasa berjaga....

BERDERAI JUGA AIR MATA KU

BERDERAI JUGA AIR MATA KU.

Petang ini Ipin dan anak ke pelantar ikan. Isteri Ipin minta udang segar. Ipin beli udang 2 kilo RM70.

Di tepi Ipin ada seorang pakcik itu ambil ikan yang agak berbau, kami panggil ikan baja.

Pakcik itu bayar RM2. Anak Ipin cakap, pakcik hendak bagi makan kucing ke?
Ikan tu tak berapa elok, anjing kebun ayah pun tak nak makan berbau.

Pakcik itu terus gosok kepala anak Ipin, anak bertuah, ayah anak orang kaya. Boleh beli udang besar, ikan elok. Pakcik anak ramai, sekarang pakcik tak toreh getah lagi, tak larat, ikan ini bau sikit saja. Pakcik bukan beli untuk kucing. Pakcik beli untuk keluarga pakcik.

Ipin tergaman. Ipin mintak maaf sangat-sangat pakcik. Orang pelantar ikan semua terdiam. Amir terus nangis, Amir minta maaf ayah, Amir ingat pakcik hendak bagi kucing.

Terus Ipin beli ketam dan udang dekat pakcik itu. Berat juga pakcik tu mau ambil tapi bila lihat Amir nangis..dia gosok kepala Amir lagi, ucap terima kasih.

Malam ini bila isteri hidangkan ikan masak steam dan udang goreng, terus airmata Ipin berderai, emak makan apa dekat kampung malam ini?

Sewaktu Ipin kecil dulu, Ipin lalui perkara yang sama, emak kutip ikan yang tidak sesuai buat keropok di dalam tong ikan untuk lauk nasi kami sekeluarga.

Hari ini Allah swt ingatkan Ipin lagi dari mana Ipin datang. Sebenarnya kesusahan itu nikmat, merasai kesukaran orang lain untuk survival hidup setelah kita mendapat lebihan rezeki Nya.

Di atas rezeki kita ada hak untuk mereka.

Ya Allah ya Rabbku..tetapkanlah hati kami dalam memahami hikmah Mu, jauhkanlah kami dari bangga diri ya Allah.

"Rasailah derita golongan miskin tegar wahai pemimpin ku "

Monday, July 4, 2016

Doa - doa Harian di Bulan Ramadhan


Doa Dibaca Usai Melaksanakan shalat Fardhu (Wajib)

ياعَلِيُّ ياعَظِيمُ، ياغَفُورُ يارَحِيمُ، أَنْتَ الرَّبُّ العَظِيمُ الَّذِي لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيٌْ وَهُوَ السَمِيعُ البَصِيرُ،
“WahaiYang Maha Tinggi, Wahai Yang Maha Agung, Wahi Yang Maha Pengampun, Wahai Yang Maha Pengasih, Engkau adalah Tuhan Yang Maha Agung, Yang tiada sesuatupun dapat menyeru pai-Nya, dan Ia Allah Yang Maha Mendengarlagi Maha Melihat
وَهذا شَهْرٌ عَظَّمْتَهُ وَكَرَّمْتَهُ وَشَرَّفْتَهُ وَفَضَّلْتَهُ عَلى الشُهُورِ وَهُوَ الشَّهْرُ الَّذِي فَرَضْتَ صِيامَهُ عَلَيَّ وَهُوَ شَهْرُ رَمَضانَ الَّذِي أَنْزَلْتَ فِيهِ القُرْآنَ هُدىً لِلناسِ وَبَيِناتٍ مِنَ الهُدى وَالفُرْقانِ،

Dan inilah bukan yang telah Engkau Agungkan, Engkau Muliakan, Engkau, Sucikan, Engkau lebihkan atas bulan-bulan lainnya, dan ini pula bulan dimana Engkau mewajibkan puasa atas hamba Yaitu bulan Ramadlan, dimana Engkau turunkan al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia, dan tanda-tanda petunjuk yang jelas dan garis pembeda antara hak dan bathil (furqan),
وَجَعَلْتَ فِيهِ لَيْلَةَ القَدْرِ وَجَعَلْتَها خَيْراً مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ فَياذا المَنِّ وَلا يُمَنُّ عَلَيْكَ مُنَّ عَلَيَّ بِفَكَاكِ رَقَبَتِي مِنَ النّارِ فِي مَنْ تَمُنُّ عَلَيْهِ وَأَدْخِلْنِي الجَنَّةَ بِرَحْمَتِكَ يا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Dan Engkau telah membuat didalamnya Lailatul Qada, dimana didalamnya Engkau jadikan lebih baik dari seribu bulan, Wahai Yang Maha Pemberi ni’mat dan tiada diberi ni’mat (oleh siapa pun), anugerahilah hamba ni’mat serta selamatkanlah hamba dari siksa api neraka, sebagaimana orang-orang Yang Engkau Anugerahi Ni’mat, masukkanlah hamba ke dalam syurga dengan rahmat-Mu, Wahai Yang Maha Pengasih dari yang asih”
اللّهُمَّ أَدْخِلْ عَلى أَهْلِ القُبُورِ السُّرُورِ، اللّهُمَّ أَغْنِ كُلَّ فَقِيرٍ، اللّهُمَّ اشْبِعْ كُلَّ جائِعٍ، اللّهُمَّ اكْسُ كُلَّ عُرْيانٍ، اللّهُمَّ اقْضِ دَيْنَ كُلِّ مَدِينٍ، اللّهُمَّ فَرِّجْ عَنْْ كُلِّ مَكْروَبٍ، اللّهُمَّ رُدَّ كُلَّ غَرِيبٍ، اللّهُمَّ فُكَّ كُلَّ أَسِيرٍ،

Ya Allah, masukkan  kebahagiaan kepada penghuni kubur, Ya Allah, kayakanlah semua yang fakir, Ya Allah, kenyangkanlah semua yang lapar, Ya Allah, berikanlah pakaian pada semua yang telanjang, Ya Allah, tunaikanlah hutang semua yang memiliki hutang, Ya Allah, kembalikanlah mereka orang yang hilang, Ya Allah, bebaskanlah semua yang tertawan
اللّهُمَّ أَصْلِحْ كُلَّ فاسِدٍ مِنْ أُمُورِ المُسْلِمِينَ، اللّهُمَّ اشْفِ كُلَّ مَرِيضٍ، اللَّهُمَّ سُدَّ فَقْرَنا بِغِناكَ، اللّهُمَّ غَيِّرْ سُوءَ حالِنا بِحُسْنِ حالِكَ، اللّهُمَّ اقْضِ عَنّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنِا مِنَ الفَقْرِ إِنَّكَ عَلى كُلِّ شَيٍْ قَدِْيرٌ
Ya Allah, perbaikilah semua yang rusak dari urusan kaum muslimin, Ya Allah, lapangkanlah setiap orang yang menderita kesulitan, Ya Allah, sembuhkanlah semua mereka yang sedang sakit, Ya Allah,tutupilah kemiskinan kami dengan anugerah Kekayaan-Mu, Ya Allah, ubahlah keadaan yang buruk dari kami dengan sebaik-baik keadaan dari sisi-Mu, Ya Allah, tunaikanlah hutang-hutang kami, Dan bebaskanlah kami dari kemiskinan, Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.


 Doa Dibaca ketika hendak Berbuka Puasa
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ
ِ”Allhumma ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rezki-Mu, pula aku berbuka serta kepada-Mu pula aku berserah diri”.

بِسْمِ الله اللّهُمَّ لَكَ صُمْنا وَعَلى رِزْقِكَ أَفْطَرْنا فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ
”Dengan asma-Mu Ya Allah, karena Engkau Ya Allah kami berpuasa dan dengan rezeki dari-Mu kami berbuka, Ya Allah, terimalah puasa kami, Karena sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.

اللّهُمَّ اَنّي لَكَ صُمْتُ بكَ أَمَنتُ وَعَلى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ذَهَبَ الظمَإِ وَابتَلًت العروق, وَثَبَتَ الأً جر إن شَاءَ الله
”Allhumma ya Allah, sesungguhnya aku berpuasa karena-Mu, dan dengan rezeki dari-Mu kami berbuka, telah hilang haus dahaga, telah basah segala urat nadi, dan mudah-mudahan tetap mendapat pahala, insyaallah”,

Doa Dibaca Usai Melaksanakan shalat Qiyamul Lail

Doa Malam Pertama

اَللّهُمَّ اجْعَلْ صِيامي فيهِ صِيامَ الصّائِمينَ وَ قِيامي فيِهِ قِيامَ القائِمينَ ، وَ نَبِّهْني فيهِ عَن نَوْمَةِ الغافِلينَ ، وَهَبْ لي جُرمي فيهِ يا اِلهَ العالمينَ ، وَاعْفُ عَنّي يا عافِياً عَنِ المُجرِمينَ .

Allahummaj’al shiyami fiihi shiyaamsh shaa’imiin wa qiyaami fiihi qiyaamal qaa’imin wa nabbihnii fiihi ‘an nawmatil ghaafilin wa habli jurmii fiihi ya ilaahal ‘alamiin wa’fu ‘anni ya aafiyan ‘anil mujrimiin

“Ya Allah, jadikanlah puasaku di dalamnya sebagai puasa orang-prang yang berpuasa sebenarnya, dan sholat malamnya sebagai orang-orang yang sholat malam sebenarnya, dan bangunkan daku pada bulan suci ini dari tidurnya mreka yang lalai. Bebaskanlah aku dari dosa-dosaku, Wahai Tuhan Semesta Alam, Maafkanlah aku Wahai Yang Maha Pemberi Ampunan kepada orang-orang yang berbuat dosa”.

Doa Malam Kedua
 اَللّهُمَّ قَرِّبْني فيهِ اِلى مَرضاتِكَ ، وَجَنِّبْني فيهِ مِن سَخَطِكَ وَنَقِماتِكَ ، وَ وَفِّقني فيهِ لِقِرائَةِ اياتِِكَ ، بِرَحمَتِكَ يا أرحَمَ الرّاحمينَ

Allahumma qarribnii fiihi ilaa mardhaatik wa jannibnii fiihi min sakhathik wa niqmaatik wa wafiqnii fiihi qira/ati ayaatika birahmatika Yaa arhamarraahimiin
“Ya Allah, dekatkanlah daku di bulan ini kepada keridhaan-Mu, jauhkanlah daku di dalamnya dari kemurkaan dan kebencian-Mu, serta bimbinglah daku untuk membaca ayat-ayat-Mu dengan anugerah rahmat-Mu, Wahai Yang Paling Pengasih dari segala Yang Pengasih”

Doa Malam Ketiga
 اَللّهُمَّ ارْزُقني فيهِ الذِّهنَ وَالتَّنْبيهِ ، وَ باعِدْني فيهِ مِنَ السَّفاهَةِ وَالتَّمْويهِ ، وَ اجْعَل لي نَصيباً مِن كُلِّ خَيْرٍ تُنْزِلُ فيهِ ، بِجودِكَ يا اَجوَدَ الأجْوَدينَ .

Allahummarzuqnii fiihidzihna wat tanbiih, wa baa’idnii fiihi minas safaahati wat tanwiih waj’al lii nashiiban min kulli khairin tunzilu fiihi bijuudika Ya ajwadal ajwadiin

“Ya Allah karuniakanlah daku pemahaman danm kepandaian di bulan ramdlan ini, jauhkanlah daku dari kebodohan dan kedunguan. Anugerahkan daku keberkahan yang Engkau cucurkan pada bulan ini dengan kedermawanan-Mu, Wahai Yang Maha Dermawan dari segala yang dermawan”

Doa Malam Keempat

اَللّهُمَّ قَوِّني فيهِ عَلى اِقامَةِ اَمرِكَ ، وَ اَذِقني فيهِ حَلاوَةِ ذِكْرِكَ ، وَ اَوْزِعْني فيهِ لِأداءِ شُكْرِكَ بِكَرَمِكَ ، وَ احْفَظْني فيهِ بِحِفظِكَ و َسَتْرِكَ يا اَبصَرَ النّاظِرينَ .

Allahumma qawwii fiihi ‘ala iqaamati amrika, wa aziqnii fiihi halaawati dzikrika, wa awzi’nii fiihi liasaa’I syukrika bi karamika, wahfidznii fiihi bihifdzika wa satrika Yaa abshan naadziriin

“Ya Allah, anugerahkan daku kekuatan untuk dapat melaksanakan perintah-Mu didalamnya. Himpunkanlah di dalam nya bersama-sama orang yang berzikir kepada-Mu. Doronglah daku dengan kemuliaan-Mu, agar senantiasa dapat bersyukur kepada-Mu. Lindungilah daku dengan penjagaan dan tabir-Mu, Wahai Yang Maha Waspada dari segala yang melihat”

 Doa Malam Kelima

اَللّهُمَّ اجعَلني فيهِ مِنَ المُستَغْفِرينَ ، وَ اجعَلني فيهِ مِن عِبادِكَ الصّالحينَ القانِتينَ ، وَ اجعَلني فيهِ مِن اَوْليائِكَ المُقَرَّبينَ ، بِرَأفَتِكَ يا اَرحَمَ الرّاحمينَ .

Allahummaj ‘alnii fiihi minal mustaghfiriin, waj’alnii fiihi min ‘ibaadikash shoolihiinal qaanithiin, waj’alnii fiihi min awliyaaikal muqarrabiin bira’fatika, Yaa arhamarrahimiin

“Ya Allah, tempatkanlah daku dalam kelompok hamba-hamba yang bertaubat kepada-Mu, masukkanlah daku dalam kelompok hamba-hamba-Mu yang shaleh dan berbakti, Catatlah daku dengan kasih sayang-Mu dalam kelompok para kekasih-Mu yang dekat dengan-Mu, Wahai Yang Maha Mulia dari segala sesuatu yang mulia”.


 Doa Malam Keenam
 اَللّهُمَّ لا تَخْذُلني فيهِ لِتَعَرُّضِ مَعصِيَتِكَ ، وَ لاتَضرِبني بِسِياطِ نَقِمَتِكَ ، وَ زَحْزِحني فيهِ مِن موُجِبات سَخَطِكَ بِمَنِّكَ وَ اَياديكَ يا مُنتَهى رَغْبَةِ الرّاغِبينَ .

Allahumma laa takhzulnii fiihi lita’arrdhi ma’shiatika, wa laa tadhribnii bisiyaathi niqmatika, wazahzihnii fiihi min muujibaati sakhatika bimannika wa ayyaadika Yaa muntahaa raghbatir raaghibiin

“Ya Allah, janganlah Engkau tinggalkan daku sendirian se hingga dikalahkan oleh kemaksiatan. Janganlah Engkau dera daku dgn cambuk kemurkaan-Mu, Jadikanlah daku dari kemstian siksa-Mu, dgn anugerah kenikmatan dari-Mu, Wahai Tempat Mengadu kan harapan bagi orang-orang yang memohon perlindungan”.

Doa Malam Ketujuh
 اَللّهُمَّ اَعِنّي فيهِ عَلى صِيامِهِ وَ قِيامِهِ ، وَ جَنِّبني فيهِ مِن هَفَواتِهِ وَاثامِهِ ، وَ ارْزُقني فيهِ ذِكْرَكَ بِدَوامِهِ ، بِتَوْفيقِكَ يا هادِيَ المُضِّلينَ .

Allahumma a’innii fiihi ‘ala shiyaamihi wa qiyaamihi wa jannibnii fiihi min hafawaatihi wa atsaamihi war zuqnii fiihi dzikraka bidawaamihi biquwwatika Yaa haadiyal mudhilliin

“Ya Allah, bantulah daku di dalamnya untuk menunaikan puasa dan menegakkan shalat-shalatnya. Hindarkanlah daku di dalamnya dari kesalahan dan dosa. Anugerahkailah daku petunjuk, agar senantiasa dapat berzikir dan bersyukur pada-Mu, Wahai Pemandu (Petunjuk) orang-orang yang berzikir”.
 Doa Malam Kedelapan

اَللّهُمَّ ارْزُقْني فيهِ رَحمَةَ الأَيْتامِ وَ اِطعامَ الطَّعامِ وَاِفْشاءَ وَصُحْبَةَ الكِرامِ بِطَوْلِكَ يا مَلْجَاَ الأمِلينَ .
Allahummarzuqnii fiihi rahmatal aytaam wa ith’aama tha’aama wa ifsyaa’as syuhbatul kiraami bithuulika Yaa maljaal ‘aamiliin

“Ya Allah, karuniakanlah kepadaku di dalamnya rasa saying kepada anak-anak yatim, kemampuan memberi makan, menebarkan salam dan berteman dengan orang-orang yang berakhlak mulia dengan kemurahan-Mu, Wahai tempat bersandar para Pengharap”.

Doa Malam Kesembilan

 اَللّهُمَّ اجْعَل لي فيهِ نَصيباً مِن رَحمَتِكَ الواسِعَةِ ، وَ اهْدِني فيهِ لِبَراهينِكَ السّاطِعَةِ ، وَ خُذْ بِناصِيَتي إلى مَرْضاتِكَ الجامِعَةِ بِمَحَبَّتِكَ يا اَمَلَ المُشتاقينَ .

Allahummaj’al lii fiihi nashiiban min rahmatikal waa si’ati, wahdinii fiihi libaraahinikas saathi’ah, wa hudz binaasiatii ilaa mardhaatikal jaami’ati bimahabbatika Yaa amal musytaaqiin

““Ya Allah, limpahkanlah daku dengan bagian dari rahmat-Mu yang Maha Luas, Berikanlah daku Petunjuk untuk dapat memahami tanda-tanda kekuasaan-Mu, Bimbinglah daku kepada keridlaan-Mu, dengan kecintaan-Mu, Wahai Dambaan para Pengharap”.

Doa Malam Kesepuluh

اَللّهُمَّ اجْعَلني فيهِ مِنَ المُتَوَكِلينَ عَلَيْكَ ، وَ اجْعَلني فيهِ مِنَ الفائِزينَ لَدَيْكَ ، وَ اجعَلني فيه مِنَ المُقَرَّبينَ اِليكَ بِاِحْسانِكَ يا غايَةَ الطّالبينَ .

Allahummaj ‘alnii fiihi minal mutawakkiliin ‘alaika waj’alnii fiihi minal faa’idziin ladaika waj’alnii fiihi minal muqarrabiin ilaika bi ihsaanika Ya ghaayataththaalibiin

“Ya Allah, jadikanlah daku didalamnya termasuk kelompok orang yang berserah diri kepada-Mu. Catatkanlah daku didalamnya ke dalam kelompok orang-orang yang beruntung, Himpunkan daku di dalamnya bersama-sama orang-orang yang dekat dengan-Mu, Wahai Muara bagi para pencari”.

  Doa Malam Kesebelas

اَللّهُمَّ حَبِّبْ اِلَيَّ فيهِ الْإحسانَ ، وَ كَرِّهْ فيهِ الْفُسُوقَ وَ العِصيانَ وَ حَرِّمْ عَلَيَّ فيهِ السَخَطَ وَ النّيرانَ بعَوْنِكَ ياغياثَ المُستَغيثينَ .

Allahumma habbib ilayya fiihil ihsaan wa karrih fiihil fusuuqa wal ‘ishyaana wa harrim ‘alayya fiihis sukhtha wan niiraan bi ‘awnika Yaa ghiyaatsal mustaghiitsiin

“Ya Allah, karuniakanlah kepadaku rasa cinta kepada kebaikan dan benci terhadap kefasikan serta kemaksiatan. Lindungi daku dari murka-Mu dan siksa api neraka. Dengan pertolongan-Mu, wahai Penolong bagi orang yang mengharapkan Pertolongan”

Doa Malam Keduabelas


اَللّهُمَّ زَيِّنِّي فيهِ بالسِّترِ وَ الْعَفافِ ، وَ اسْتُرني فيهِ بِلِِِباسِ الْقُنُوعِ و َالكَفافِ ، وَ احْمِلني فيهِ عَلَى الْعَدْلِ وَ الْإنصافِ ، وَ آمنِّي فيهِ مِنْ كُلِّ ما اَخافُ بِعِصْمَتِكَ ياعصمَةَ الْخائفينَ .

Allahumma zayyinnii fiihi bis satri wal ‘afaaf, was turnii fiihi bilibaasil qunuu’I wal kafaaf, wahmilnii fiihi ‘alal ‘adli wal inshaaf, wa aminni fiihi min kulli maa akhoofu bi’ishmaatika Ya ‘ishmatul Khooifiin

“Ya Allah, hiasilah daku didalamnya dengan tabir dan ksucian diri, Kenakanlah daku didalamnya dengan pakaian qana’ah (merasa cukup dengan apa yang ada). Tuntunlah daku didalamnya dari setiap yang menakutkan. Dengan perlindungan-Mu, Wahai tempat berlindung orang-orang yang ketakutan”.

Doa Malam Ketigabelas

اَللّهُمَّ طَهِّرْني فيهِ مِنَ الدَّنسِ وَ الْأقْذارِ ، وَ صَبِّرْني فيهِ عَلى كائِناتِ الْأَقدارِ ، وَ وَفِّقْني فيهِ لِلتُّقى وَ صُحْبَةِ الْأبرارِ بِعَوْنِكَ ياقُرَّةَ عَيْن الْمَساكينِ .

Allahumma thahhirnii fiihi minaddanasi wal aqdzaar wa shahibnii fiihi ‘ala kaainaatil aqhdaar wa wafiqnii fiihi littaqwa wa suhbatil abraar, bi’aunika ya qurrata ‘ainill masaakiin

“Ya Allah, bersihkanlah daku didalamnya dari segala jenis kotoran dan perbuatan keji. Berilah daku kesabaran didalamnya, atas segala perintah yang telah Kau wajibkan. Anugherahkan daku kekuatan untuk bertaqwa dan berteman dengan orang-orang yang berbuat baik. Dengan Pertolongan-Mu, wahai Penyejuk hati orang-orang yang miskin”.

 Doa Malam Keempatbelas

اَللّهُمَّ لاتُؤاخِذْني فيهِ بالْعَثَراتِ ، وَ اَقِلْني فيهِ مِنَ الْخَطايا وَ الْهَفَواتِ ، وَ لا تَجْعَلْني فيهِ غَرَضاً لِلْبَلايا وَ الأفاتِ بِعزَّتِكَ ياعِزَّ المُسْلمينَ .

Allahumma laa tuakhidznii fiihi bil ‘atsaraati wa aqilnii fiihi minal khathaayaa wal hafawaat, walaa taj’alnii fiihi ghardhan lilbalaaya wal afaat bi’izzatika Ya ‘izzal muslimiin

“Ya Allah, janganlah Kau tuntut daku didalamnya untuk memikul (siksa dari) semua kesalahanku, Hapuskanlah seluruh kesalahan dan kudunguan daku. Dan janganlah daku Kau jadikan sebagai sasaran bencana serta petaka (Yang Engkau turunkan didalamnya). Demi kemulyaan-Mu, Wahai Yang Memuliakan kaum muslimin”.


Doa Malam Kelimabelas

 اَللّهُمَّ ارْزُقْني فيهِ طاعةَ الخاشعينَ ، وَ اشْرَحْ فيهِ صَدري بِانابَةِ المُخْبِتينَ ، بِأمانِكَ ياأمانَ الخائفينَ .

Allahummar zuqnii fiihi thaa’atal khaasyi’iin wasyrah fiihi shadrii bi inaabatil mukhbitiin bi amaanika yaa amaanal khaaifiin

“Ya Allah, anugerahkanlah daku didalamnya kethaatan para pengabdi, Luaskanlah dadaku didalamnya dengan taubat yang tulus. Wahai Pemberi keamanan kepada orang-orang yang takut”.

 Doa Malam Keenambelas

 اَللّهُمَّ وَفِّقْني فيهِ لِمُوافَقَةِ الْأبرارِ ، وَ جَنِّبْني فيهِ مُرافَقَةِ الأشرارِ ، وَآوني فيهِ برَحمَتِكَ إلى دارِ القَرارِ بإلهيَّتِكَ يا إله العالمينَ .

Allahumma waffiqnii fiihi limuwaafaqatil abraar, wa jannibnii fiihi muraafaqatil asyraar, waaawinii fiihi birahmatika ilaa daaril qaraar, bi ilahiyyatika Yaa ilahal ‘aalamiin

“Ya “Ya Allah,dekatkanlah daku didalamnya dengan orang-orang yang berbuat kesalehan. Jauhkanlah pula daku didalamnya dari berteman dengan orang berbuat kejahatan. Masukkanlah daku didalamnya dengan rahmat-Mu kedalam kediaman yang abadi. Demi Kekuasaan-Mu, Wahai Pemilik Alam Semesta”.
 Doa Malam Ketujuhbelas
اَللّهُمَّ اهدِني فيهِ لِصالِحِ الأعْمالِ ، وَ اقضِ لي فيهِ الحوائِجَ وَ الآمالِ يا مَنْ لا يَحتاجُ إلى التَّفسيرِ وَ السُّؤالِ ، يا عالِماً بِما في صُدُورِ العالمينَ صَلِّ عَلى مُحَمَّدٍ وَ آله الطّاهرينَ .

Allahummah dinii fiihi lishaalihil a’maal, waqdhi lii fiihil hawaaija wal aamaal Yaa man laa yahtaaju ilat tafsiir was suaal, Yaa ‘aaliman bimaa fii shuduuril ‘aalamiin shalli ‘alaa Muhammadin wa aalith thaahiriin

“Ya Allah, bimbinglah daku didalamnya kepada perbuatan  yang baik. Penuhilah pula daku didalamnya semua kebutuhan dan pengharapanku, Wahai Yang Tidak Membutuhkan penjelasan dan permasalahan. Wahai Yang Maha Mengetahui segala yg tersim pan di dada para makhluk-Nya, Curahkanlah rahmat-Mu kepada Junjungan Nabi Muhammad dan keluarganya yang disucikan”.

 Doa Malam Kedelapanbelas

اَللّهُمَّ نَبِّهني فيهِ لِبَرَكاتِ أسحارِهِ ، وَ نوِّرْ قَلْبي بِضِياءِ أنوارِهِ ، وَ خُذْ بِكُلِّ أعْضائِي إلى اتِّباعِ آثارِهِ بِنُورِكَ يا مُنَوِّرَ قُلُوبِ العارفينَ .
Allahumma nabbihnii libarakaati ashaarihi, wa nawwir qalbii bidhiyaai anwaarihi, wa khudz bikulli a’dhaaii ilat tibaa’I aatsaarihi binuurika ya munawwiral quluubil ‘aarifiin

“Ya Allah, bangunlah daku didalamnya untuk mendapat keberkahan sahurnya, terangilah kalbuku didalamnya dengan kecemerlangan cahaya-cahaya-Nya. Jadikanlah semua anggota badanku mengikuti jejak-jejaknya, dengan pancaran cahaya-Mu. Wahai Yang Mencerahi kalbu-kalbu para Arifin”.

Doa Malam Kesembilanbelas


أللّهُمَّ وَفِّر فيهِ حَظّي مِن بَرَكاتِهِ ، وَ سَهِّلْ سَبيلي إلى خيْراتِهِ ، وَ لا تَحْرِمْني قَبُولَ حَسَناتِهِ يا هادِياً إلى الحَقِّ المُبينِ .

Allahumma waffir fiihi  khadzdzii min barakaatihi, wa sahhil sabiilii ilaa khairaatihi, wa laa tahrimnii qubuula hasanaatihi Yaa haadiyan ilal haqqil mubiin

“Ya Allah, berikanlah daku didalamnya bagian yang banyak dari keberkahan bulan ini, Mudahkanlah daku dalam menempuh jalan kesalehan. Janganlah Kau halangi daku dari mendapatkan kebaikan-kebaikannya. Wahai Pemberi Petunjuk ke jalan yang benar dan lurus”.


 Doa Malam Keduapuluh

أللّهُمَّ افْتَحْ لي فيهِ أبوابَ الجِنان ، وَ أغلِقْ عَنَّي فيهِ أبوابَ النِّيرانِ ، وَ وَفِّقْني فيهِ لِتِلاوَةِ القُرانِ يامُنْزِلَ السَّكينَةِ في قُلُوبِ المؤمنين .

Allahummaf tahlii fiihi abwaabal jinaan, wa aghliq ‘annii fiihi abwaabanniiraan, wa wafiqnii fiihi litilaawatil qur’an Yaa munzilas sakiinati fii quluubil mu’miniin

“Ya Allah, berikanlah daku didalamnya pintu-pintu syurga, dan tutupkanlah bagiku didalamnya pintu-pintu neraka. Berikan lah daku kekuaan untuk senantiasa membaca al-Qur’an. Wahai Yang memasukkan ketentraman ke dalam kalbu orang-orang yang beriman”.

Pada sepuluh akhir Ramadlan, dianjurkan untuk selalu membaca munajat dibawah ini :

أَعُوذُ بِجَلالِ وَجْهِكَ الكَرِيمِ أَنْ يَنْقَضِيَ عَنِّي شَهْرُ رَمَضانَ أَوْ يَطْلُعَ الفَجْرُ مِنْ لَيْلَتِي هذِهِ وَلَكَ قِبَلِي ذَنْبٌ أَوْ تَبِعَةٌ تُعَذِّبُنِي عَلَيْهِ

“Ya Allah, aku berlindung dengan keagungan wajah-Mu yang Mulia, dari usainya Ramadlan atau terbitnya fajar malam-malam Ramdlan dariku, sementara di sisi-Mu Ya Allah, masih tersisa dosa-dosaku, atau kejlekan-kejelekanku yang Engkau adzab daku karenanya”.

اللَّهُمَّ أَدِّ عَنّا حَقَّ ما مَضى مِنْ شَهْرِ رَمَضانَ وَاغْفِرْ لَنا تَقْصِيرَنا فِيْهِ، وَتَسَلَّمْهُ مِنّا مَقْبُولا، وَلا تُؤاخِذْنا بِإِسْرافِنا عَلى أَنْفُسِنا، وَاجْعَلْنا مِنَ المَرْحُومِينَ وَلا تَجْعَلْنا مِنَ المَحْرُومِينَ

“Ya Allah, dekatkanlahdaku di bulan ini kepada keridlaan-Mu, Jauhkanlah daku di dalamnya dari kemuarkaan dan kevbencian-Mu, serta bimbinglah daku untuk membaca ayat-ayat-Mu dengan rahmat-Mu, Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang pengasih”.

 Doa Malam Keduapuluh satu

أللّهُمَّ اجْعَلْ لي فيهِ إلى مَرضاتكَ دَليلاً ، و لا تَجعَلْ لِلشَّيْطانِ فيهِ عَلَيَّ سَبيلاً ، وَ اجْعَلِ الجَنَّةَ لي مَنْزِلاً وَ مَقيلاً ، يا قاضِيَ حَوائج الطالبينَ .

Allahummaj ‘allii fiihi ilaa mardhaatika daliilan, wa laa taj’al lisysyaithaani fiihi ‘alayya sabiilaa, waj ‘alil jannata lii manzilaa wa maqiilaa, Yaa qhaadhiya hawaaijath thaalibiin

“Ya Allah, berikanlah daku didalamnya bagian yang banyak dari keberkahan bulan ini, Mudahkanlah daku dalam menempuh jalan kesalehan. Janganlah Kau halangi daku dari mendapatkan kebaikan-kebaikannya. Wahai Pemberi Petunjuk ke jalan yang benar dan lurus”.

 Doa Malam Keduapuluh dua

أللّهُمَّ افْتَحْ لي فيهِ أبوابَ فَضْلِكَ ، وَ أنزِل عَلَيَّ فيهِ بَرَكاتِكَ ، وَ وَفِّقْني فيهِ لِمُوجِباتِ مَرضاتِكَ ، وَ أسْكِنِّي فيهِ بُحْبُوحاتِ جَنّاتَكَ ، يا مَجيبَ دَعوَةِ المُضْطَرِّينَ .

Allahummaf tahlii fiihi abwaaba fadhlika, wa anzil ‘alayya fiihi barakaatika wa waffiqnii fiihi limuujibaati mardhaatika, waaskinnii fiihi buhbuuhaati jannaatika, Ya mujiiba da’watil mudhtharriin

“Ya Allah, bukakanlah pada bulan ini pintu-pintu anugerah-Mu bagiku dan limpahkanlah berkah-Mu padaku . berilah daku taufik untuk meraih keridlaan-Mu dan izinkanlah daku untuk memasuki surga-Mu. Wahai yang mengabulkan setiap permohon an orang-orang yang terlindas.

 Doa Malam Keduapuluh tiga

أللّهُمَّ اغْسِلني فيهِ مِنَ الذُّنُوبِ ، وَ طَهِّرْني فيهِ مِنَ العُيُوبِ ، وَ امْتَحِنْ قَلبي فيهِ بِتَقْوى القُلُوبِ ، يامُقيلَ عَثَراتِ المُذنبين .

Allahummaghsilnii fiihi minadzdzunuubi wa tahhirnii fiihi minal ‘uyuub, wamtahin qalbii fiihi bitaqwal quluub, Yaa muqhiila ‘atsaatatil mudznibiin

“Ya Allah, hapuskanlah dalam bulan ini semua dosa-dosaku, dan sucikanlah daku dari semua kecacatan. Ujilah hatiku didalamnya dengan ketaqwaan segala hati, Wahai Yang Mengha puskan seluruh kesalahan para pendosa”
 Doa Malam Keduapuluh empat

أللّهُمَّ إنِّي أسألُكَ فيهِ مايُرضيكَ ، وَ أعُوذُ بِكَ مِمّا يُؤذيكَ ، وَ أسألُكَ التَّوفيقَ فيهِ لِأَنْ اُطيعَكَ وَلا أعْصِيَكَ ، يا جواد السّائلينَ .

Allahumma innii as’aluka fiihi maa yurdhiika wa ‘audzu bika mimma yu’dziika wa as’aluka taufiiqa fiihi lian uthii’aka wa laa a’shiyaka Yaa jawaadas saailiin

“Ya Allah, aku memohon pada-Mu didalamnya segala sesuatu yang dapat mendatangkan keridlaan-Mu. Aku berlindung kepada-Mu, dari apa-apa yang Kau murkai, Aku memohon pada-Mu taufiq (petunjuk), untuk dapat menthaati segala perintah-Mu dan menahan diri dari melakukan maksiat kepada-Mu, Wahai Yang Maha Pemurah kepada setiap pemohon”.

Doa Malam Keduapuluh lima

أللّهُمَّ اجْعَلني فيهِ مُحِبّاً لِأوْليائكَ ، وَ مُعادِياً لِأعْدائِكَ ، مُسْتَنّاً بِسُنَّةِ خاتمِ أنبيائكَ ، يا عاصمَ قٌلٌوب النَّبيّينَ .

Allahummaj ‘alnii fiihi muhibban li awliyaaika, wa mu’aadiyan lia’daaika, mustannan bisunnati khaatimi anbiyaaika, Ya ‘aashima quluubin nabiyyiin

“Ya Allah, jadikanlah daku didalam bulan ini mencintai para awliya (wali)-Mu, dan memusuhi orang-orang yang bermusuhan dengan-Mu, dan berpagang teguh dengan sunnah Muhammad saw, penutup sekalian nabi-Mu, Wahai Yang memelihara kalbu-kalbu para Nabi”.

 Doa Malam Keduapuluh enam

أللّهُمَّ اجْعَلْ سَعْيي فيهِ مَشكوراً ، وَ ذَنبي فيهِ مَغفُوراً ، وَ عَمَلي فيهِ مَقبُولاً ، وَ عَيْببي فيهِ مَستوراً يا أسمَعَ السّامعينَ .

Allahummaj ‘al sa’yii fiihi masykuuran wdzanbii maghfuuran wa ‘amalii fiihi maghbuulan wa ‘aybii fiihi manstuuran Ya asma’as saami’iin

“Ya Allah, jadikanlah didalamnya semua usahaku mendapat balasan, seluruh dosa-dosaku diampuni, amal-amalku diterima, dan semua kejelekanku ditutupi, Wahai Yang lebih Mendengar dari segala yang mendengar”.


 Doa Malam Keduapuluh tujuh


أللّهُمَّ ارْزُقني فيهِ فَضْلَ لَيلَةِ القَدرِ ، وَ صَيِّرْ اُمُوري فيهِ مِنَ العُسرِ إلى اليُسرِ ، وَ اقبَلْ مَعاذيري وَ حُطَّ عَنِّي الذَّنب وَ الوِزْرَ ، يا رَؤُفاً بِعِبادِهِ الصّالحينَ .

Allahummar zuqnii fiihi fadhla laylatil qadri wa shawwir umuurii fiihi minal ‘usri ila yusri, waqbil ma’aadziirii wahaththi ‘anniidz dzanbi wal wijri Yaa ra’uufan bi’ibaadihish shaalihiin

“Ya Allah anugerahkanilah daku didalamnya keutamaan malam Laylatul Qadr, Jadikanlah di dalamnya urusanku yang sulit menjadi mudah, Terimalah udzur (lalai)ku, dan maafkanlah segala dosa dan kejelekanku, Wahai Yang Maha Mengasihi hamba-hamba-Nya yang shaleh”

 Doa Malam Keduapuluh delapan

أللّهُمَّ وَفِّرْ حَظِّي فيهِ مِنَ النَّوافِلِ ، وَ أكْرِمني فيهِ بِإحضارِ المَسائِلِ ، وَ قَرِّبْ فيهِ وَسيلَتي إليكَ مِنْ بَيْنِ الوَسائِلِ ، يا مَن لا يَشْغَلُهُ إلحاحُ المُلِحِّينَ .

Allahumma waffir khadzdzii fiihi minan nawaafiil, wa akrimnii fiihi bi ihdhaaril masaail, wa qarrib fiihi wasiilatii ilaika min bainil wasaaili, Yaa man laa yasyghuluhu ilhaahul mulihhiin

“Ya Allah, biarkanlah daku pada malam ini bersungguh-sungguh dalam melaksanakan shalat sunat. Anugerahkanlah daku kebaikan-Mu, untuk melakukan amal kebajikan yang menyelamat kan daku pada hari Pengadilan kelak. Bimbinglah daku ke jalan yang terbaik yang mengarah kepada-Mu, Wahai Yang Tidak pernah Jemu (Mendengar) keluhan para pemohon”.

Doa Malam Keduapuluh sembilan

أللّهُمَّ غَشِّني فيهِ بالرَّحْمَةِ ، وَ ارْزُقني فيهِ التَّوفيقَ وَ العِصْمَةَ ، وَ طَهِّر قَلبي مِن غياهِبِ التُّهمَةِ ، يارَحيماً بِعبادِهِ المُؤمنينَ .

Allahumma ghassinii fiihi bir rahmati, war zuqnii fiihit taufiiqa wal ‘ishmata, wa thahhir qalbii min ghayaahibit tuhmati, Yaa rahiiman bi ‘ibaadihil mu’miin

“Ya Allah, curahkanlah daku dalam  bulan ini rahmat, taufiq dan penjagaan-Mu kepadaku, Bersihkanlah kalbuku dari segala cacat dan cela, wahai Yang Maha Pengasih atas hamba-hamba-Nya yang mu’min”.

 Doa Malam Ketigapuluh

أللّهُمَّ اجْعَلْ صِيامي فيهِ بالشُّكرِ وَ القَبولِ عَلى ما تَرضاهُ وَ يَرضاهُ الرَّسولُ مُحكَمَةً فُرُوعُهُ بِالأُصُولِ ، بِحَقِّ سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ وَآلهِ الطّاهِرينَ ، وَ الحَمدُ للهِ رَبِّ العالمينَ .
Allahummaj a’l shiyaamii fiihi bis syukri wal qabuul ‘ala maa tardhaahu wa yardhaahur rasuul muhkamatun furu’uhu bil ushuul, bihaqqi sayyidina Muhammadin wa aalihith thaahiriin, wal hamdulillahi rabbil ‘aalamiin

“Ya Allah, jadikanlah shaum (puasa) daku didalamnya mendapat imbalan pahala, serta diterima sebagai amalan yang mendatangkan keridlaan dari-Mu, dan dari rasul-Mu, serta dihubungkan cabang-cabangnya dengan yang pokok, dengan hak kemuliaan Nabi Muhammad dan keluarga Muhammad yang suci. Segala puji kepunyaan Allah Pemlihara seluruh alam semesta”.

الحَمْدُ للهِ لا شَرِيكَ لَهُ، الحَمْدُ للهِ كَما يَنْبَغِي لِكَرَمِ وَجْهِهِ وَعِزَّ جَلالِهِ وَكَما هُوَ أَهْلُهُ، ياقُدِّوسُ يانُورُ، يانُورَ القُدْسِ، ياسُبُّوحُ، يامُنْتَهى التَّسْبِيحِ، يارَحْمنُ يا فاعِلُ الرَّحْمَةِ، يا اللهُ، يا عَلِيمُ، يا كَبِيرُ، يااللهُ يالَطِيفُ، ياجَلِيلُ، يااللهُ، ياسَمِيعُ، يابَصِيرُ

“Segala puji kepunyaan Allah, tiada sekutu bagi-Nya, segala  puji untuk Allah, sebagaimana layak-Nya demi kemuliaan wajah-Nya. Maha Perkasa Kebesaran-Nya, sebagaimana layak bagi-Nya semua itu, Wahai Yang Mahasuci , Wahai Cahaya, Wahai Cahaya Kesucian , Wahai yang suci , Wahai Puncak Kesucian , Wahai yang Maha Kasih , Wahai Pemberi Rahmat . Ya Allah, Yang Maha Mengetahui lagi Maha Agung. Ya Allah yang Maha Lembut lagi Maha Mulia . Ya Allah , yang Maha Mendengar , Wahai yang Maha Melihat,

، ياالله ياالله يااللهُ، لَكَ الاَسَّماء الحُسْنى، وَالاَمْثالُ العُلْيا، وَالكِبْرِياءُ وَالآلاُء أَسْأَلُكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلى مُحَمَّدٍ وَأَهْلِ بَيْتِهِ وَأَنْ تَجْعَلَ اسْمِي فِي هذِهِ اللّيْلَةِ فِي السُّعَداءِ، وَرُوحِي مَعَ الشُّهداء، وَإِحْسانِي فِي عِلِّيِّينَ، وَإِسائَتِي مَغْفُورَةً،

Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah. Kepunyaan-Mu-lah seluruh nama yang baik dan perumpamaan yang agung ,mulia lagi luhur Aku memohon kepada-Mu, agar kau limpahkan rahmat-Mu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Catatlah namaku pada malam ini, dalam kelompok orang-orang yang mendapatkan kebahagiaan, dan ruhku beserta kelompok para syuhada, kebaikanku dibalas dengan surga yang tinggi [ Illiyyin ], dan semua keburukanku diampuni .

وَأَنْ تَهَبَ لِي يَقِينا تُباشِرُ بِهِ قَلْبِي، وَإِيْمانا يَذْهَبُ الشَّكِّ عَنِّي، وَتَرْضِيَنِي بِما قَسمْتَ لِي، وَآتِنا فِي الدُّنْيا حَسَنَةً، وَفِي الآخرَةِ حَسَنَةً، وَقِنا عَذابَ النّارِ الحَرِيقِ، وَارْزُقْنِي فِيْها ذِكْرَكَ وَشُكْرَكَ وَالرَّغْبَةَ إِلَيْكَ وَالاِنابَةَ وَالتَّوْبَةَ وَالتَّوْفِيقَ لِما وَفَّقْتَ لَهُ مُحَمَّداً وَآلَ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ عَلَيْهِم

Anugrahilah daku keyakinan yang dengannya hatiku merasa gembira, karuniaillah daku keimanan yang dapat menghilangkan keraguanku dan anugrahilah daku keridhaan-Mu yang telah Kau janjikan untukku. Demikian pula, karuniakanlah kepadaku kebaikan di dunia dan di akhirat, dan selamatkanlah daku dari siksa api neraka yang membakar. Jadikanlah daku pada malam hari ini, sebaigai orang yang senantiasa berzikir kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Salam sejahtera semoga tercurah atas mereka semua “.


Do’a Melepas Bulan Suci Ramadlan

اللَّهُمَّ لا تَجْعَلُهُ آخِرَ العَهْدِ مِنْ صِيامِنا إِيّاهُ فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْعَلْنِي مَرْحُوما وَلا تَجْعَلْنِي مَحْرُوماً

Allahumma  lataj a’luhu aakhiral ‘ahdi min shiyaamina iyyahu fain ja’altahu faj’ alnii mahruuman walaa taj’alnii mahruuman

“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan puasa kami saat ini sebagai puasa yang terakhir dalam hidup. Seandainya Engkau jadikan hal ini sebagai puasa yang terakhir dalam hidup-ku, maka jadikanlah sebagai puasa yang Kau Rahmati, dan janganlah Kau jadikan sebagai puasa yang hampa (tidak Kau terima)”


اللَّهُمَّ لا تَجْعَلُهُ آخِرَ العَهْدِ مِن صِيامِي لِشَهْرِ رَمَضانَ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَطْلُعَ فَجْرُ هذِهِ اللّيْلَةِ إِلاّ وَقَدْ غَفَرْتَ لِي

 “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan puasa-ku saat ini sebagai puasa Ramadlan yang terakhir dalam hidup. Aku berlindung kepada-Mu Ya Allah, dari terbitnya fajar malam ini, kecuali telah Engkau ampuni segala dosaku”.


اللَّهُمَّ إِنَّكَ قُلْتَ فِي كِتابِكَ المُنْزَلِ: شَهْرُ رَمَضانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ القُرْآنُ، وَهذا شَهْرُ رَمَضانَ وَقَدْ تَصَرَّمَ فَأَسْأَلُكَ بِوَجْهِكَ الكَرِيمِ وَكَلِماتِكَ التَّامَّةِ إِنْ كانَ بَقِيَ عَلَيَّ ذَنْبٌ لَمْ تَغْفِرْهُ لِي أَوْ تُرِيدُ أَنْ تُعَذِّبَنِي عَلَيْهِ أَوْ تُقايِسَنِي بِهِ أنْ يَطْلُعَ فَجْرُ هذِهِ اللَيْلَةِ أَوْ يَتَصَرَّمَ هذا الشَّهْرُ إِلاّ وَقَدْ غَفَرْتَهُ لِي ياأَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ،

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah berfirman dalam kitab-Mu yang telah diturunkan (kepada Nabi-Mu) bahwasannya, “ Bulan Ramadlan, adalah bulan yang diturunkan di dalamnya al-Qur’an”, inilah bulan ramadlan, yang kini telah berlalu (usai), Aku memohon kepada-Mu dengan perantaraan wajah-Mu yang Maha Mulia dan dengan perantaraan firman-Mu yang Maha Sempurn. Seandainya masih tersisa padaku dosa yang belum Kau ampuni, atau dosa yg (menyebabkan) disiksanya daku karenanya (hingga) terbitnya fajar malam ini, atau hingga berlalunya bulan ini, (kecuali) agar Engkau ampuni semua dosa dariku. Wahai Zat Yang Maha Kasih dan Sayang”.


 اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ بِمَحامِدِكَ كُلِّها أَوَّلِها وَآخِرِها ما قُلْتَ لِنَفْسِكَ مِنْها وَما قالَ الخَلائِقُ الحامِدُونَ الُمجْتَهِدُونَ المَعْدُودُونَ المُوَفِّرونَ ذِكْرَكَ وَالشُّكْرَ لَكَ الَّذِينَ أَعَنْتَهُمْ عَلى أداءِ حَقِّكَ مِنْ أَصْنافِ خَلْقِكَ مِنَ المَلائِكَةِ المُقَرَّبِينَ وَالنَّبِيِّينَ وَالمُرْسَلِينَ

 “Ya Allah, kepunyaan-Mulah segala pujian seluruhnya sejak yang awal hingga yang akhir, yang telah Engkau ucapkan untuk diri-Mu sendiri.  Dan dengan pujian yang diucapkan oleh hamba –hamba yang menyanjung-Mu, yang sungguh-sungguh, yang bijak, dan yang senantiasa berzikir dan bersyukur kepada-Mu. Merekalah orang-orang kau bantu dalam menunaikan hak-hak-Mu, dari sebagian makhluk-Mu yang tersebar di alam ini, baik dan kalangan malaikat yang dekat dengan-Mu, Nabi-nabi yang diutus,
    


اللَّهُمَّ وَأَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ وَطَوْلِكَ وَعَفْوِكَ وَنَعْمائِكَ وَجَلالِكَ وَقَدِيمِ إِحْسانِكَ وَامْتِنانِكَ أَنْ لا تَجْعَلَهُ آخِرَ العَهْدِ مِنَّا لِشَهْرِ رَمَضانَ حَتّى تُبَلِّغَناهُ مِنْ قابِلٍ عَلى أَحْسَنِ حالٍ، وَتُعَرِّفَنِي هِلالَهُ مَعَ النَّاظِرِينَ إِلَيْهِ وَالمُعْتَرِفِينَ لَهُ فِي أَعْفى عافِيَتِكَ وَأَنْعَمِ نِعْمَتِكَ وَأَوْسَعِ رَحْمَتِكَ وَأَجْزَلِ قِسَمِكَ يارَبِّيَ الَّذِي لَيْسَ لِي رَبُّ غَيْرُهُ.

“Ya Allah, Tuhan kami sesunguhnya daku memohon kepada-Mu dengan perantaraan rahmat-Mu, kebaikan-Mu, ampunan-Mu, karunia-Mu, keluhuran-Mu, kekekalan kebaikan-Mu, serta pemberian-Mu, agar jangan Engkau jadikan Ramadlan kali inisebagai kesempatanterakhir daku berpuasa, sehingga Engkau sampaikan daku pada Ramadlanyang akan datang dengan keadaan yang lebih baik, dan Kau perlihatkankepada kamihilal Ramdlanbersama orang-orang yang melihatdan mengakui kebenarannya dalam keadaan sehat dan penuh curahan ni’mat-Mu, keluasan rahmat-Mu dan limpahan anugerah-Mu, Wahai Tuhanku, tidak ada Tuhan selain-Nya.


DO’A CAHAYA
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِّي نُورًا فِي قَلْبِي وَنُورًا فِي قَبْرِي وَنُورًا فِي سَمْعِي وَنُورًا فِي بَصَرِي وَنُورًا فِي شَعْرِي وَنُورًا فِي بَشَرِي وَنُورًا فِي لَحْمِي وَنُورًا فِي دَمِي وَنُورًا فِي عِظَامِي وَنُورًا فِي عَصَبِي وَنُورًا مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَنُورًا مِنْ خَلْفِي وَنُورًا عَنْ يَمِينِي وَنُورًا عَنْ شِمَالِي وَنُورًا مِنْ فَوقِي وَنُورًا مِنْ تَحْتِي . اللَّهُمَّ زِدْنِي نُورًا وَأَعْطِنِي نُورًا وَاجْعَلْ لِي نُورًا . وَصَلَّى الله ُعَلَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ .

Allahummaj’allii nuuramfii qolbii wanuuram fii qabrii wanuuram fii sam’ii wanuuram fii basarii wanuuram fii sa’rii wanuram fii basyarii wanuram fii lahmii wanuramfii damii wanuram fii ‘izhoomii wanuram fii ‘ashobii wanurammim bayni yadayya wanuram min kholfii wanuran ‘ayamiinii wanuran ‘ansyimaalii wanuramin fauqii wanuram min tahtii. Allahumma zidnii nuura wa ‘a’thinii nuura waj’allii nuura. Washollallahu ‘ala sayyidinaa muhammadin wa’ala alihi wasahbihi wasallam  ( sumber : abu haidar abi )

Sunday, June 15, 2014

Kalau kita nak tolong orang kita kena kaya dulu


"Kalau kita nak tolong orang kita kena kaya dulu"
"Kita perlu kaya baru dapat bantu ayah kita, ibu kita, keluarga.. bla bla bla"

Itu adalah kata2 biasa Dr. Azizan Osman. Saya pernah hadiri ceramah free beliau dan melihat ribuan orang yang bercita-cita untuk kaya seperti beliau.

Tapi jujurnya, perlu ke kita kaya?
Renungkan...

* Saidina Abu Bakar seorang yang amat kaya, menjadi seorang yang amat dermawan sehingga seluruh hartanya habis disedekahnya. Sehingga terdengar seorang sahabat ketika melalui rumah beliau terdengar yang beliau tiada apa mau makan.

* Ada satu riwayat bagaimana Rasulullah tidak punya makanan sehingga terpaksa mengikat batu diperutnya.

* Ada satu kisah Saidina Umar yang menjadi khalifah didatangi oleh anaknya yang malu pakaian yang koyak dan bertampal2 sedangkan dia anak khalifah. Namun beliau tidak punya wang, dan tak sanggup nak pinjam duit baitulmal kerana tak tahu dia mempu menjelaskan hutang tersebut sebelum dia meninggal.

* Kata saidina Umar r.a apabila melihat harta rampasan perang yang melimpah ruah di zaman pemerintahannya…(lebih kurang maksud):
“Aku tidak mahu harta ini… jika ianya baik, kenapa harta ini tidak datang pada zaman Nabi saw dan Abu bakar r.a?"

* Rasulullah pernah bersabda "Biarlah aku hidup miskin, bila aku lapar, aku ingat pada MU, bila aku kenyang aku bersyukur padaMU"

* Nabi saw. menjawab, "Bahkan kanu pada hart itu banyak sekali, tetapi kanu umpama buih di waktu banjir, dan Allah akan mencabut rasa gerun terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan mencampakkan ke dalam hati kamu penyakit 'wahan"'.   H.R. Abu Daud

* Firaun, Haman, Qarun, namrud dan lain lain Naktullah juga berkeinginan untuk panjang umur dan murah rezeki, tapi Allah dah jadikan mereka mayat dan bakal masuk neraka!!!!

JADI sedangkan mereka yang dijanjikan syurga takut untuk menjadi kaya.
Malah kita pun yakin kalau mereka kaya, mereka pastikan membantu yang miskin.

Tetapi hebat sangatkah kita dibanding mereka semua ini?

Sehinggakan kita yakin kita nak sangat jadi kaya dan ;
- tidak akan berubah iman kita untuk membantu??
- tidak akan TIMBUL RIAK KITA WALAU SEKECIL ZARAH??
- tidak akan LUPA KEPADA ALLAH walau sesibuk mana sekalipun?
- ANAK, ISTERI, SUAMI, DAN KELUARGA tidak akan RIAK walau sekecil ZARAH?
- Tidak akan timbul IRI HATI dan dengki oleh sahabat atau saudara-mara kita?
- Tidak akan putus persaudaraan oleh kita dan keluarga kepada sahabat atau saudara mara kita?

Jadi renungkan balik.
Yang kita cari adalah keKAYAan atau keTAQWAan??

p/s Sejujurnya, saya juga ingin senang tetapi saya takut.. sedangkan para sahabat nabi semuanya kaya dengan agama bukannya harta. Semua cendekiawan Islam semuanya berjaya menjadi bijak pandai tetapi tidak kaya.

p/s/s Alasan untuk kaya bila mati ada harta untuk anak bini, jadi diorang tak merempat. Namun, adakah kita yakin kekayaan itu menjadikan mereka lebih berdoa untuk kita atau berebut sesama sendiri? Kedua, berapa banyak harta sahabat nabi tinggalkan untuk keluarga mereka selepas mereka meninggal?

Kita akan kata,
" Insyallah aku tak macam tu. "
" Aku yakin aku kotakan janji aku masa aku da kaya kelak. "
" Aku takkan lupa untuk tolong orang masa aku dah kaya nnt "
" Aku lain, aku takkan lupa untuk bersyukur "

namun hakikatnya berapa ramai sahabat atau saudara kita yang dah kaya menjadi mereka lebih sombong, tamak dan riak???

Tepuk dada, tanya iman..

** Maaf, ini cuma pandangan saya yang lemah. Saya pun menasihati diri saya yang imannya setipis tisu juga **

Saturday, June 7, 2014

Sedarlah..


Astaqfirullah


Wanita... adakah ia menyusahkan?

Wanita dicipta bukan untuk menyusahkan lelaki tetapi untuk mewarnai hidup seorang lelaki. 

Sama kisah Nabi Adam a.s.. 
Nabi Adam a.s miliki segalanya namun x bermakna jika dia keseorangan lalu Allah ciptakan Hawa a.s untuk mendampinginya. 

Tetapi kerana Hawa a.s juga Nabi Adam tercampak ke dunia. Adakah itu maknanya Hawa a.s menyusahkan???? 

Tidak... Itulah namanya ujian dan semua pahit manis inilah yang mewarnai Nabi Adam a.s sehingga dia sanggup merentas pelusuk dunia untuk mencari Hawa a.s ...

Fahami sejarah baru kita mengerti kenapa wanita dan lelaki tidak akan sama warna..

Bersabar, ikhlas dan berdoa kepada Allah.. Sebab kita bukan pencipta dan pengubah tetapi Allah yang mengubah dan mencipta hati manusia. Dan setiap yg berlaku ada hikmahnya...

Sabar

Sebab sabar itu mudah disebut tetapi perit dizahirkan. Sebab itu Allah beri ganjaran untuk mereka yang kuat kesabarannya. Walaupun kita tidak tabah seperti Rasul 'Ulul Azmi' namun marilah kita sama2 muhasabah diri kita yg lemah.. 
Termasuk saya sendiri... huhuhuh

Subhanallah

Manusia tidak pernah lari dari kesilapan sebab itu Allah ciptakan syaitan dan iblis. Namun Manusia tak pernah putus dari keampunanNya sebab itu Allah ciptakan Syurga dan Neraka bagi mereka yg sedar dan lalai. Subhanallah 

Kebodohan Wanita dan Lelaki...


Bro hisap rokok? nak?

Nah!, nak rokok?
Hisap rokok? Nak?
Bro hisap rokok? nak?

Ayat2 yang selalu saya jumpa setiap hampir 70% bila berjumpa dan bersua dengan sesiapa sahaja, baik kenal atau tidak. Seolah2 rokok ni sebagai pembuka mukadimah dan sebagai salam-silaturahim. Seolah2 kalau kita makan nasi mesti jemput orang sebelah.

Malah rata2. Dalam satu kumpulan hampir semuanya hisap rokok. Seolah2 rokok ni sebagai makanan rugi rakyat malaysia. Malah perempuan pun dah makin ramai yang penghisap rokok di awal usia mahupun yang tua kerepot.
Malah secara bodohnya kita sedar bahaya merokok dan sedar fatwanya tetapi ramai yang tak dapat mengelak sebab dah ketagih. Bila dah ketagih, nak berhenti sukar sebab masyarakat rata2nya perokok. Kesudahannya hukum agama diringan2kan dengan pelbagai alasan dan dalih. Baca iklan/fatwa haram pasal rokok senyum sahaja.

Antara kita sedar atau tidak. Kita sendiri yang mengajar generasi baru untuk merokok sampai budak2 sekolah anggap merokok itu macho, hebat, rock dan bergaya. Lebih2 lagi bila berkawan dengan perokok. Godaan untuk mencuba itu amat kuat. Dirumah, Kita yang mengajar anak-anak kita merokok.
Sedarlah, kita yang mengajar mereka merokok. Tak der apa yang dibanggakan dengan makan jin tu. Berhentilah.

Tuesday, July 30, 2013

10 amalan jijik dalam menyediakan makanan

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Masyarakat sering memandang ringan tentang isu kebersihan lebih-lebih lagi dalam hal penyediaan makanan. Ia tidak sepatutnya berlaku dan pengguna sepatutnya perlu mengambil sikap sentiasa peduli, peka dan prihatin tentang apa yang berlaku di sekeliling mereka. Berikut adalah antara 10 perkara yang dilihat benar-benar berlaku di depan mata kita.

1. Periuk kuah roti canai dipanaskan di atas kuali leper tempat membuat roti canai. Bayangkan punggung periuk itu diletakkan di merata tempat kemudian dipanaskan di atas kuali leper tempat roti canai dimasak. Bakteria dari merata tempat akan berpindah ke atas kuali leper itu kemudian berpindah pula kepada roti canai yang dimakan.



2. Tuala Kecil. Tuala 'Good Morning' yang tak pernah dibasuh biasa diguna berulang kali untuk 'membersihkan' dan mengelap minyak serta sisa-sisa memasak di atas periuk leper. Cebisan-cebisan halus dari fabrik yang tidak kelihatan sudah tentu akan tertinggal dan melekat di atas kuali lalu berpindah ke makanan.



3. Hidangan bertindih. Piring kecil bersaiz 1 ke 2 inci untuk meletakkan sos atau sambal serta piring kuah bersaiz 4-5 inci untuk meletak kuah ditindihkan di atas piring makanan utama yang kebiasaannya boleh mencemar makanan.

Perkara ini boleh berlaku disebabkan penyedia atau pembawa makanan mahu kerja mudah dan tidak cukup tangan untuk memegang gelas minuman dan pinggan makanan sekaligus. Apa saja bahagian belakang seperti punggung kuali atau bawah piring terdedah kepada risiko kekotoran kerana bahagian itu biasanya digunakan untuk menyentuh permukaan.Lebih baik gunakan talam yang mempunyai lekukan pembahagi untuk memisahkan makanan, kuah dan sebagainya.

4. Sudip atau penyepit yang sama digunakan untuk mengendalikan makanan mentah dan juga yang sudah dimasak lebih-lebih lagi makanan seperti daging. Daging mentah boleh tercemar dengan bakteria seperti E. Coli.



5. Lauk-pauk yang dihurung lalat terutama di kawasan yang banyak lalat. Lalat adalah serangga pengotor dan sering hinggap di atas kotoran terutama najis dan ia boleh memindahkan kotoran itu ke atas makanan atau lauk-pauk. Untuk memudahkan pelanggan memilih lauk disamping menjaga kebersihan, gunakan penutup transparent.



6. Tukang masak yang berbual atau tidak memakai topi dan apron semasa memasak. Perbualan ketika memasak boleh mendedahkan makanan terhadap pencemaran air liur tukang masak dan topi dan apron yang tidak dipakai boleh memindahkan kotoran kepada makanan seperti rambut tukang masak dan juga peluh.



7. Telur ayam tidak dibasuh terlebih dahulu. Jika tidak dibasuh, sisa-sisa najis ayam yang melekat (walaupun tidak kelihatan) akan masuk terus ke dalam makanan apabila kulit telur dipecahkan. Amalan sebegini boleh menyebabkan bakteria mudah berpindah ke dalam makanan dan membiak.



8. Meletakkan periuk, kuali atau apa saja yang mengandungi makanan di atas lantai atau tempat yang rendah. Makanan ini mudah terdedah kepada pencemaran bakteria kerana kotoran sering jatuh di tempat yang lebih rendah.



9. Batuk atau bersin semasa membawa makanan untuk dihidangkan. Apabila seseorang itu batuk atau bersin, beribu-biru bakteria dan virus akan tersebar ke persekitaran terutama makanan yang sedang dibawa. Makanan akan tercemar dan orang yang memakannya mungkin mendapat penyakit.



10. Melakukan berbagai pekerjaan. Jika seseorang menggunakan tangannya untuk menguli tepung atau menebar roti canai, ia tidak menjadi masalah selagi tangannya telah dibasuh dengan bersih dan kukunya dipotong pendek tetapi dia tidak seharusnya melakukan pekerjaan lain seperti menjadi juruwang memegang wang tunai, kerana wang adalah antara tempat paling banyak bakteria ditemui. Dia juga tidak boleh bekerja sebagai tukang cuci lantai atau pencuci pinggan mangkuk. 




sumber thesecretmedicines.blogspot

Tuesday, July 9, 2013

40 kesilapan ibubapa dalam mendidik anak-anak


Menurut Pakar Motivasi Dato' Dr Hasan Hj Mohd Ali, terdapat 40 kesilapan ibubapa dalam mendidik anak-anak. Iaitu;

1) Pemilihan jodoh tanpa memperhitungkan mengenai zuriat.

2) Perhubungan suami isteri tanpa memperhitungkan mengenai zuriat.

3) Kurang berlemah lembut terhadap anak-anak.

4) Memaki hamun sebagai cara menegur kesilapan anak-anak.

5) Tidak berusaha mempelbagaikan makanan yang disaji untuk anak-anak.

6) Jarang bersama anak-anak sewaktu mereka sedang makan.

7) Melahirkan suasana yang kurang seronok ketika makan.

8 ) Membeza-bezakan kasih sayang terhadap anak-anak.

9) Kurang melahirkan kasih sayang.

10) Sering mengeluh di hadapan anak-anak.

11) Tidak meraikan anak-anak ketika mereka pergi & pulang dari sekolah.

12) Tidak mengenalkan anak-anak dengan konsep keadilan.

13) Tidak memberatkan pendidikan agama dikalangan anak-anak.

14) Tidak terlibat dengan urusan pelajaran anak-anak.

15) Tidak programkan masa rehat dan riadah anak-anak.

16) Tidak menggalakkan dan menyediakan suasana suka membaca.

17) Mengizinkan anak menjamah makanan @ minuman yang tidak halal.

18) Tidak tunjuk contoh tauladan yang baik di hadapan anak-anak.

19) Jarang meluangkan masa untuk bergurau senda dengan anak-anak.

20) Terdapat jurang komunikasi di antara ibu bapa dan anak-anak.

21) Tidak menggunakan bahasa yang betul.

22) Suka bertengkar di hadapan anak-anak.

23) Senantiasa menunjukkan muka masam di hadapan anak-anak.

24) Tidak Membimbing Anak-anak supaya mematuhi syarat.

25) Memberi kebebasan yang berlebihan kepada anak-anak.

26) Terlalu mengongkong kebebasan anak-anak.

27) Tidak menunaikan janji yang dibuat terhadap anak-anak.

28) Tidak menunjukkan minat kepada aktiviti anak-anak.

29) Tidak memupuk semangat membaca di kalangan anak-anak.

30) Tidak berminat melayan pertanyaan atau kemusykilan anak-anak.

31) Tidak memberi perhatian terhadap buah fikiran anak-anak.

32) Lambat memberi penghargaan kepada anak-anak.

33) Kerap Meleteri sesuatu kesilapan yang dilakukan oleh anak-anak.

34) Hukuman yang tidak setimpal dengan kesalahan yang dilakukan.

35) Sering mengancam dan menakutkan anak-anak.

36) Menghukum tanpa menyatakan kesalahan yang dilakukan.

37) Tidak konsisten dalam menjatuhkan hukuman keatas anak-anak.

38) Memberi nasihat yang sama kepada anak-anak.

39) Tidak tegas mendidik anak-anak.

40) Tidak menggalakkan anak-anak hidup bekerjasama.